Laman

4 Sep 2014

Berani Nganggur Cari Duit Di Rumah

Ngga terasa sudah 7 tahun umur blog ini. Sudah lama gak ditulisi. Daripada dianggurin, mendingan, diisi aja karena siapa tau bermanfaat. Kalo pun ngga ya gak apa2 lah. Masih seputar menghasilkan uang lewat internet. Topik kali ini adalah Berani Nganggur Cari Duit Di Rumah. Siapa takut?



Sebagai informasi, saya sudah lama ninggalin dunia blogging dan terlibat kesibukan bisnis online lainnya di rumah. Kelihatan sama lingkungan sebagai pengangguran, tapi bayar iuran insya Allah gak pernah telat :-)

Jujur saja, saya belum jadi kaya raya selama bisnis dari rumah. Walau sudah 7 tahun lamanya. Ketika bertahun-tahun dianggap nganggur dan mendapat kesempatan bertanya balik kepada teman yang sudah bekerja juga lebih dari 7 tahun, apa kamu sudah kaya juga?

Atau, anda yang baca... apakah Anda seorang yang sudah sukses dan kaya?

Toh bekerja puluhan tahun sebagai pegawai hasilnya masih sama saja. Bahkan (bukan bermaksud sombong), penghasilan pengangguran lebih baik. Dalam hal ini adalah kasus saya dan teman saya loh. Jadi ketika seseorang bertanya, apa kamu sudah kaya dari bisnis online, saya hanya lempar balik pertanyaan sama kepada seorang pegawai negeri.

Cuman ada perbedaan mencolok di sini antara pengangguran yg kerja di ruman (orang yang dianggap nganggur) dibanding seorang teman yang jadi pegawai. Mari kita lihat pro dan kontra antara kerja menjadi pegawai dan kerja di ruman (usaha)

Pegawai.

(-) Berangkat pagi pulang malam
(-) Gaji pas-pasan dan cicilan gak kelar-kelar (bagi karyawan kelas pas-pasan juga)
(-) Banyak relasi sesama pegawai sehingga biaya sosial tinggi (kondangan, dsb...)
(-) Karena dianggap pegawai, dianggap orang yang punya uang.
(-) Hidup penuh tekanan - jika di kantor sudah males liat muka si boss
(-) Penghasilan cukup sampai di situ, kalo mau lebih, samber sana-sini dulu bila perlu sikat jatah orang
(-) Waktu habis buat kerja - dengan tanda kutip: buat atasan
(-) Cemas jika THR telat atau bahkan ditunda
(-) Galau ketika desas-desus PHK bertiup dari rekan-rekan kerja

(+) Punya status sosial, aman di hadapan pak RT
(+) Ada penghasilan pasti tiap bulan
(+) Gampang ngajuin kredit (utang)
(+) Gak malu-maluin mertua
(+) Banyak teman di kantor, sedikit teman online
(+) Ada THR - kadang2
(+) Ada kesempatan nyikat ******** (buat yang dapat peluang)

Pengangguran Yang Kerja Di Rumah

Tapi tunggu dulu, orang-orang seperti saya di masyarakat kayaknya masih belum bisa disebut pengusaha. Apalagi di kampung. Orang taunya kalo usaha itu ada tempat usaha, ada aktifitas di luar rumah, ada kendaraan angkutan, dsb. Jadi, karena mereka masih melihat dan menilai sebagai pengangguran (walau kadang2 heran, nganggur kok bisa beli ini-itu), maka disebut pengangguran yang kerja di ruman. Setidaknya, agak mirip sama kerja serabutan.

Dalam hal ini, yang dimaksud adalah: Kerja online di rumah.

(+) Bebas mau bangun jam berapa aja, gak ada yg ngomel, apalagi kalo bujangan. Soalnya sudah pasti orang rumah gak ngomel, karena liat anaknya tiap bulan punya duit, walau kerja-nya melototin monitor seharian.

(+) Gak punya boss. Hidup merdeka tanpa boss.
(+) Ada aja duitnya. Dengan cara apa? Pokoknya ada aja.... :P
(+) Punya banyak waktu buat keluarga. Apalagi kalo punya hobi, bebas mau ngapain aja.
(+) Punya banyak teman online. Rasanya seluruh dunia ada di kamar :-)
(+) Banyak pengetahuan, karena tiap hari dapat berita.
(+) Gak ada rapat yang membosankan.
(+) Hanya ada 1 aturan: semau gue!
(+) Gak khawatir sama kemacetan jalan
(+) Dijamin hemat BBM - motor/mobil cukup dipanasin doang tiap hari.
(+) Pergi buat bermain (bukan buat menghadapi setumpuk beban di kantor)
(+) Lebih sering terhibur. Karena dikit-dikit kerja, dikit-dikit nge-game :P
(+) dan masih banyak kesengangan lain sebagai pengangguran yang dapat penghasilan.

(-) Menjadi kurang gaul di masyarakat (tapi gak mutlak)
(-) Dianggap sebagai pengangguran
(-) Sering dicurigai karena: nganggur kok punya duit????
(-) Gak punya status sosial
(-) Punggung sering pegel-pegel - tapi bisa cepet sembuh dengan kerja sambil tiduran
(-) Dapat duitnya gak jelas. Kadang dapat, kadang dapat lebih banyak, kadang .... gak dapat :(
(-) Kurang sinar matahari
(-) Kurang olahraga .......... kadang-kadang ada yang kurang mandi ;p
(-) Susah mendapat pinjaman bank (nganggur kok mau ngredit)
(-) Kalo penghasilannya besar, dikira piara tuyul ... :))

Ok.. semua di atas itu gak mutlak yah.
Jaman saya kerja jadi pegawai swasta dulu, saya jg cukup bisa menikmati pekerjaan walau gaji pas-pasan, banyak kenangan indah di kota besar, penuh tantangan, banyak pengalaman, dan ngerti jalan-jalan utama di kota.

Begitu memutuskan nganggur dan kerja di rumah, gak semuanya enak. Tapi lebih banyak enaknya. Sebagaimana mesti-nya kehidupan ini bekerja sesuai setingan sang Pencipta, siapa yang mau kerja, dia dapat hasil (penghasilan). Malasah tempat bebas. Mau di rumah, di kantor sebagai pegawai, atau di padang rumput sebagai gembala.

Dan setelah melewati dua macam pengalaman bekerja, di rumah atau di kantor, maka sampai pada kesimpulan bahwa:

Ente malas, Ente Tergilas!

Banyak teman-teman online saya sekarang sudah menjadi multi-jutawan dengan pekerjaan - yang seandainya anda tau, anda akan keheranan. Tapi pekerjaan aneh anak-anak marketing online bukan juga sembarang kerja. Mereka bahkan bisa bekerja jauh lebih berat dari pada pegawai yang hanya bertugas ngawasin orang duduk,

Tapi jika anda perhatikan, dewasa ini, pertumbuhan pekerja online (pengangguran yang kerja online) semakin pesat, tumbuh seperti jamur. Ledakan pertumbuhan pengguna internet. Anda sadar?

Yang saya maksud, apakah anda sadar jika mereka berbondong-bondong meninggalkan kantoran, menyusun meja di rumah dan mulai hari-hari di depan monitor untuk hasil yang bukan sepele. Pegawai kantoran penghasilannya terbatas hanya pada kebijakan gaji. Pekerja online mengejar angka yang akan membuat anda juga kebelet ninggalin kantoran.

Saya gak bohong dan gak main-main loh. Itu angka ratusan juta bahkan milyaran. Gak percaya? Silahkan lakukan 3 hal berikut:

1. Mulailah online dan cari informasi pengusaha bisnis online,
2. Add facebooknya, kirimi email, telpon atau terserah dengan cara apa anda bisa biacara langsung.
3. Datangi rumahnya, perhatikan meja kerjanya, dan intip mutasi rekeningnya.

Yah... saya belum sampai segitu juga, tapi saya berkumpul bersama orang-orang itu dan berada tepat di jalur mereka untuk bekerja keras dan mengimajinasikan angka-angka mereka ada di mutasi harian saya. Apakah ini serius? Silahkan temukan sendiri jawabannya yah :-)